Jumat, 27 Juni 2008

Saat Sakitku

Dadaku panas oleh batuk.
Aku benci sakit, tapi entah mengapa penyakit senang menyapaku.
Aku benci minum obat, tapi sejak kecil memang obat karib kerabatku.
Amoxicillin adalah Capilanos.
Cotrimoxazol sudah seperti Blaster.
Ester C? mungkin sudah setaraf Relaxa.
Bagiku... ya.
Sejak kecil, tubuhku ini lemah. Kenapa, Tuhan?
Aku tidak ingin memprotes, tapi tetap tergugat.
Hingga Hp biru lautku bergetar saat aku sedang merencanakan tulisan ini
Syafakillah, ya ukhtii...
Ah, aku lupa. kau bukan lagi anak kecil yang marah saat minum obat-obatan. Aku bukan lagi gadis berponi yang suka makan gula setelah minum air sirih yang pahitnya maknyoss. Seringkali aku lupa....
Lupa ya gak ingat. Gak ingat ya lupa

0 komentar: