Selasa, 28 Oktober 2008

Sombongnya Manusia2 Medis-part2

Fragmen 2:

DI ruang tunggu sebuah UGD, seorang anak laki2 yang tampak sesak memegang dadanya, nafasnya terlihat tersenggal2. Ibunya yang hanya memakai daster berdiri di sebelahnya, tampak agak panik.

Saat itulah, seorang dokter spesialis lewat dengan langkah tergesa. Dalam kepanikannya, ibu tadi langsung mencegat langkah sang dokter.

"Dokter, tolong anak saya."
Dokter separuh baya itu terlihat kesal. Dalam hitungan detik ia langsung mendamprat ibu tadi dengan kata2 kasar. Intinya agar bersabar untuk menunggu karena pasien sedang banyak2nya. Dan ia tidak pantas mengganggu seorang dokter yang sedang sibuk.

Ibu tadi hanya dapat terpaku. Kepanikan bercampur kesedihan karena dampratan terbayang jelas di wajahnya. Sedang si anak di sudut masih terus tersegal2.

Fragmen 3:

Di sebuah rumah sakit yang baru saja di bangun di kota X, seorang dokter spesialis saraf baru saja selesai memeriksa pasiennya. Istri pasien itu berdiri di samping suaminya, mencoba sabar menunggu hingga sang dokter selesai dan hendak keluar.

"Maaf dok, suami saya sakit apa?"
Dokter itu hanya melirik sekilas pada sang istri yang berpakaian sederhana itu. Lalu berucap sampai terus melangkah,

"Saya jelasin juga ibu gak akan ngerti!" Lalu ia menutup pintu ruangan kelas 2 itu dengan agak keras, meninggalkan sang istri tanpa kata permisi.

Senin, 27 Oktober 2008

Sombongnya Manusia2 Medis

Alhamdulillah...
setelah sekian lama vakum dari nge blog, akhirnya hari ini aku bisa kembali

Kembali berbagi, semuanya...
Dan untuk hari ini, ada sebuah cerita tentang manusia
dengan sebuah profesi
yang membuatnya seolah-olah dapat menguasai nyawa manusia:

Dokter
dan para petugas medis di sekitarnya

Fragmen 1:

"Langsung aja naik ke tempat tidur!"
Kami tercekat melihatnya. Bapak itu, pasien yang baru saja diperintah oleh si petugas juga kelihatan bingung. Ia hanya menatap mesin yang berbentuk seperti tempat tidur itu dengan tak yakin.

"Gimana naiknya?" ia bertanya lemah, tapi sang petugas tidak memperdulikannya. ia sibuk dengan sejumlah catatan. Kami, para mahasiswa FK yang diberi tugas untuk mengunjungi bagian radiologi hanya dapat tertegun.

"Kenapa? naik pak." sahut petugas itu dengan tajam. Kali ini bapak itu naik dengan taku2, mungkin juga bingung. dengan tak sabar, petugas itu mengarahkan posisi bapak yang sakit itu.

Lagi2, kami hanya terdiam

...Bersambung^^

Kamis, 16 Oktober 2008

Adikku di Balik Dinding-Dinding Kaca

Apa yang ada dalam pikiran setiap orang saat mendengar istilah dinding-dinding kaca?

Seolah ada sebuah penyekat antara sesosok manusia dengan dunia luar. Dunia luar begitu dekat, tapi tak tersentuh.

Seorang penulis mengibaratkan dunia anak-anak autis dengan istilah 'dunia yang dibatasi dinding-dinding kaca'. Mereka (anak2 autis tersebut) begitu dekat, bahkan seolah satu bagian. Tapi tak tersentuh.

Begitu juga dengan adikku, Iqbal Ibrahim. Tahun ini di bulan Juni ia genap berusia 17 tahun.
Tapi ia tidak bersekolah, tidak pernah punya ijazah, dan tidak bisa membaca.

Ini semua karena dinding-dinding kaca yang telah menyekatnya bertahun2. Meski sekarang telah terbuka sedikit2 dengan cinta dari orang2 sekelilingnya, banyak luminal (obat anti epilepsi), dan hal2 yang didapatnya setiap hari, tapi aku terkadang merasa bahwa dinding kaca itu masih dapat muncul. Lalu menyekatnya dan ia tidak dapat digapai oleh seorang pun.

Saat masih kecil. dinding2 kaca itu begitu rapat mengukungnya. Ia terus berceloteh di dunianya sendiri, melakukan hal2 aneh yang tidak dapat dipahami oleh seorangpun (seperti bertepuk tangan sendiri tanpa sebab ataupun marah2 pada orang yang tak kelihatan). Meski cinta ibuku tidak pernah luntur, tapi dinding2 kaca itu ada disana.
Hanya sayang, tidak ada seorangpun yang menyadarinya ataupun melihatnya. hingga semua terlambat untuk ditangani. Bahkan kami sekeluarga baru mengetahui bahwa ia autis saat ia telah berusia 14 tahun. Saat ia dikeluarkan dari SLB karena dianggap siswa yang aneh dan tidak dapat diam, kami belum mengetahui penyakitnya secara pasti. Dokter yang kami temui hanya menyebut istilah hiperaktif.

Hingga tsunami, kemampuan motoriknya semakin membaik. Ia bisa bicara dengan orang lain, bisa menggambar, meski dalam bentuk yang tidak dapat dimengerti, juga mengerti emosi orang lain. Dinding itu pelan2 mulai runtuh.

Lalu psikiater dari Jerman itu datang ke Aceh. Dan saat melihatnya, ia langsung berkata, "Dia Autis."
istilah itu terdengar absurd bagi kami. Lalu psikiater itu mengambil kertas, dan menyuruhnya menggambar. Iqbal menggambar, meski ia tidak mengerti.

"Ya, dia autis." sahut psikiter itu lagi."tapi kondisinya telah jauh membaik."
Dan kata2 itu telah cukup bagi kami semua.

Sekarang, hingga tanggal 15 Oktober 2008 ini, kemajuannya semakin pesat.
Ia menjadi semakin peduli terhadap sesama, bahkan saat aku sakit demam panas tinggi, ia akan mengatakan dengan tampang serius yang membuat kami tak dapat menahan senyum, "Jok luminal (aceh:kasih luminal)." sekilas kata yang biasa, tapi perhatiannya pada kami, menunjukkan bahwa ia telah berhasil memecahkan dinding kacanya.

Ia semakin cerdas. kemampuan motoriknya bagus, bahkan terkadang luar biasa. Ia mampu memahami cara memasang instrument rumit hingga tersambung dalam satu sistem. Seperti menghubungkan CPU dengan monitor, speaker, dll. Ia juga dapat berhitung, mengimprovisasikan segala sesuatu dengan keluguannya yang terasa murni.

Ada saat2 dimana aku merasa ia adalah orang yang paling kucintai di dunia ini.
Saat aku pulang, ia akan menyambutku dengan senyum lebarnya yang menunjukkan bahwa aku adalah orang yang paling berharga di dunia. Dengan ucapan keras penuh gembira, "eh, kak piya sayang sudah pulang."
Sungguh, aku merasa sangat berarti.
Saat aku sakit, ia akan membuatkanku susu
Saat hariku buruk karena dimarahi dosen di kampus, ia akan menghiburku dengan ucapan2 spontannya yang begitu alami, hingga segaris pelangi akan muncul di wajah siapapun yang mendengarnya.

Meski terkadang dinding kaca itu muncul dan ia kembali sibuk dengan dunianya
aku tahu bahwa kami akan bisa menariknya kembali
selalu bisa menariknya kembali kesini

Ia begitu berharga, begitu luar biasa.
karena ia autis, bukan berarti ia bukan manusia luar biasa.
Setiap manusia punya cahayanya sendiri.
Dan Iqbal, bagiku adalah cahaya rumah kami.
Tidak ada alasan untuk malu akan kehadiran seorang adik yang autis. Bhkan ini adalah anugerah yang terindah.

*Tidak ada maksud untuk mengiba, apalagi membuat iri orang2 yang tidak punya adik autis hanya ingin berbagi, sebagai seorang kakak dari pengidap autisme. Semoga bermanfaat.

Selasa, 14 Oktober 2008

Thanks For Sharing (TFS)

Pernah merasa sedih?
Berbagilah...

Merasa kecewa?
Berbagilah...

Merasa Gundah?
berbagilah

Merasa senang?
Berbagilah...

Alhamdulillah...hampir setahun sudah aku nge MP, telah banyak luka, kesedihan, kegembiraan, dan senyum yang kubagi.
Ada juga gundah, sepi, bimbang, dan aneka nano-nano lainnya.
Berbagi, begitu indah.
Kadang ketika beban di pundak terasa begitu berat, berbagi membuatnya ringan
Ketika tawa telah begitu lepas hingga rahang terasa sakit, berbagi membuatnya seimbang.
Aku sangat bersyukur telah dapat membagi semua emosi dan bertemu dengan begitu banyak saudara-saudara di dunia maya ini.
Sebagian besar mungkin tidak akan pernah kutemui, kecuali Allah berkehendak lain.
Ada yang telah kutemui karena takdir, juga karena dijebak (oleh takdir dan oleh kawan2)

Hampir setahun, terhitung sejak 25 November 2007 aku mengenal Multiply
Dan aku bersyukur kepada Allah, karena telah dapat mengenal begitu banyak orang, menjelang usiaku yang sebentar lagi 19 tahun

Bersyukur, berterima kasih kepada saudara2ku yang telah banyak membagi dirinya denganku.
Terutama kepada:

* Ririn (dikau yang telah mengajariku MP, syukran ya rin. Juga karena semua yang telah dikau bagi. Bahkan keusilanmu)
* Mbak Nisa Mulya (8onetwo): syukran mbak, artikel2 dari mbak banyak banget manfaat untuk diriku dan bnyak orang
* Bang Yudi Randa (meski telah banyak dizhalimi, cut bang udah banyak berjasa dalam mnymbangkan banyak pemikiran2 n koment2. jadi untuk itu, masuk dalam tiga besar daftar terima kasih makasih ya bang beuh)
* Mbak De2w (aku memang baru kenal sama mbak, tapi banyak artikel2 mbak yang memberiku inspirasi. TFS)
* Mbak Dewi (makasih untuk banyak pelukannya)

Juga untuk mbak rakhma, kak eki, kak mala, dan banyak saudara2 lainnya yang tidak dapat ade tuliskan namanya karena banyaknya, terima kasih...
Untuk semua perhatian...
Semua harta karun yang telah dibagikan...
Dan semua cinta...

Hanya Allah yang dapat membalas kebaikan semuanya...

Sabtu, 11 Oktober 2008

Mendapat segala sesuatu yang dibenci, Kenapa???

Kenpa Allah selalu memberiku segala yang tidak kuinginkan?
Serius nih,

Yang pertama kali dari yang tidak kuinginkan adalah satu tim dengan seorang teman yang menurutku dulu, super jengkelin.
Sok ngatur, centil, diktator (maaf ya fren...)
Rupanya, begitu aku satu tim dengan dia, baru terlihat semuanya
Ia begitu baik, penuh perhatian, dan gak pelit
Dan akhirnya aku jadi suka banget sama dia

Yang kedua, aku sebel dan takut banget sama seorang kakak kelas
di mata ku si kakak tuh galak, gak ramah, eksklusif (maaf ya kak, peace...)
Terakhir, kakak itu malah jadi murabbiku
Waak!
dan sekarang? i love u kak

yang ketiga, dulu aku paling benci menulis,
profesi suram menurutku (peace semua kawan2)
tapi suatu hari, seorang guru memberikan tugas bagi kami semua untuk mengikuti sebuah lomba menulis cerpen
yang gak ikut, nilai kimianya jadi C! (dari nilai tertinggi A)
ih... dulu aku mikir. gak nyambung banget nih guru. apa hubungan antara cerpen dan kimia coba?
Tapi kubuat juga, daripada nilai jelek?
Dan akhirnya, aku jatuh cinta!
Pada dunia menulis.
Dan cinta itu tetap ada sampai sekarang

Yang terakhir, kejadian yang membuatku sangat kagok
Cuma belum ketahuan hikmahnya apa
Gini, aku paling benci dengan istilah copy darat
kenapa?
hemm... alasannya ada dua:
prinsip dan sejarah masa lalu
Dari prinsip, bagiku ukhuwah dunia maya cukuplah dunia maya
karena terkadang saat ukhuwah itu menjadi nyata, ia malah cenderung mengendur
bahkan terputus sama sekali

Yang kedua, karena sejarah masa lalu
Yang tidak diketahui banyak orang, dulu aku sempat beberapa kali copy darat
ini rahasia banget, bahkan kawan yang paling dekat aja gak tahu
dan aku gak ngerti, kenapa semua ukhuwah itu jadi buyar saat menjelma dalam sillaturrahmi non maya?
Apa karena wajahku?
Banyak orang bilang wajahku itu seram lho.
kesannya formal dan gak bisa diajak bercanda
Oke, kuterima (meski air mata berderai nih)
tapi kenapa ada hak untuk mengurai jalinan ukhuwah gara2 keseraman?:(

Nah, udah ngerti kan kenapa aku benci banget dan selalu menolak saat diajak bertemu dengan aktivis dunia maya?
Karena aku tidak ingin kehilangan saudara2 ku (maaf ya semua saudara2 ku di dunia maya. kuharap kalian semua mengerti)

Nah,dalam satu kesempatan rupanya Allah punya kehendak lain
hari ini, di FLP, tanpa sengaja aku bertemu dengan salah seorang saudara dunia mayaku itu
Masya Allah!
Betul2 kaget, rasanya mau ngumpet
Tapi gak mungkin ya? udah terlanjur kelihatan sih.
Serius, aku gak nyangka banget bisa ketemu beliau di sana

Akhirnya aku ngumpet2 sepanjang waktu
Konyol banget kan? (maaf ya bang)
Padahal aku udah bertekad gak bakal ada lagi yang namanya copy darat dalam hidupku
tapi kenapaa???
Histeris deh:(
dan sekarang, sepertinya yang namanya ukhuwah dunia maya kami tinggal kenangan deh, seperti yang sudah-sudah.

Sekali lagi, kenapa Allah memberikan kepada kita segala sesuatu yang tidak kita inginkan?
adakah jawbnya?

Senin, 06 Oktober 2008

Manusia??? Aneh!

Terkadang, aku berpikir bahwa aku sudah berjumpa dengan semua tipe manusia

Yang aneh, yang konyol, yang suka ngebanyol
Yang suka nyelekit
Yang skeptis
Yang selalu bersemangat, bahkan saat hari terlihat begitu buruk
Yang suka Tepe (tebar pesona)
Yang apa adanya, bahkan saat gak punya duit, dia bisa bilang dengan tegas ke kawan2nya, "sorry gak bisa ikut makan2. Gak ada duit!"
Yang tomboi abis (cewek)
Yang feminin banget (cowok cewek)
Yang lembut
Yang lugu

Aku sudah bertemu dengan begitu banyak orang dalam hidupku hingga rasanya mustahil masih ada tipe manusia yang belum kutemui.
Sebagian dari tipe-tipe ini adalah sahabat-sahabatku
Sebagian lagi sahabat-sahabat yang dekat di hati, jauh di mata
Sebagian lagi bukan sahabat, saudara (seiman, setanah air...)
Sebagian lagi...alien! Alias asing banget! Walau dekat di mata tapi di hati terasa jauh.

Dan baru-baru ini aku berjumpa lagi dengan tipe-tipe baru,
Seorang panic girl. Wajahnya cantik banget (mirip tamara blezensky), tapi selalu panik
Seolah saat itu perang dunia kedua dan bom akan dijatuhkan sewaktu2.
Seolah tiap jam adalah deadline.
Gugupan banget, sampe ada temannya yang bilang, "Bisa nyante gak sih?'
Dan gugup plus paniknya makin bertambah tambah! Sampai semua orang disekitarnya habis disemprotnya dengan kemarahan.
Dan aku? cuma menonton sambil terpaku. Masih ada lagi ya, manusia seperti ini?

Subhanallah...

Saat itu aku merasa, pengetahuanku mengenai manusia tidak ada apa-apanya.
Masih begitu banyak misteri tentang manusia
Sangat banyak untuk diketahui...
Banyak...banyak!


Subhanallah... Subhanallah!

Manusia memang luar biasa!!!