Rabu, 26 November 2008

Mengapa Tidak Memilihku?

Manakah yang lebih bertahan antara cinta dan persahabatan?

Lebih abadi, dan lebih tulus?

Laki-laki itu datang dari jauh, lalu merebut sahabatku.

"Ia mencintaiku, kami berjanji untuk menikah."

Ya, aku melihat cahaya cinta itu. Satu kerjab, lalu ia semakin tidak tergapai. Semakin hari, semakin jauh.

apakah ia akan kembali untuk berbagi jika cinta itu menyakitinya?

Sungguh, aku tidak tahu. Hanya satu kalimatnya masih tersimpan dalam memori paling istimewa di hatiku.

"Maafkan aku sahabat, karena aku tidak bisa jadi seperti yang kau harapkan..."

Tidak perlu jadi seperti yang kuharapkan, cukup jadilah dirimu sendiri. 

Hanya kuharap, ia akan kembali pada persahabatan ini, pada saat cinta itu menyakitinya. Meski aku tidak berharap luka menyapa sahabatku itu.

Lalu ia menatapku, matanya gemintang.

"Kita sahabat, selamanya!"

Moga bukan hanya satu puisi.

Sahabat, karena aku mencintaimu. Maka kembalilah...

1 komentar:

@Zaid- mengatakan...

"Menikah adalah sunnah rasulullah,
banyak anugerah didalamnya, kita hanya berikhtiar dan senantiasa berdo'a...
tanpa menyalahkan takdir dan manusia,
akhlak mulia adalah permata paling indah di dunia, dan bidadari kelak di syurga..."