Sinergi, mungkin tidak perlu didefinisikan. sebab kita semua (mungkin) punya kamus bahasa indonesia yang disusun oleh para ahli, dan mereka mengerti dengan tepat apa itu sinergi, pemakaiannya, bahkan sifat dan bentuknya. hingga penggunaannya dalam kalimat; sinergikah engkau? yah, ini kalimat yang salah
Satu hal yang kupahami dari sinergi, adalah bahwa sinergi adalah suatu proses penyatuan keping keping yang tidak sama, tapi saling bersesuaian.seperti yin dan yang, kepingan puzzle, bumi dan langit. panas dan dingin...
semuanya bersinergi. saling memberi dan menerima, lalu mendatangkan energi. sebagaimana angin yang terbentuk dari perbedaan tekanan udara; satu tinggi dan satu lagi rendah, harmonika waktu yang terbentuk dari siang dan malam, bayi; penyatuan sperma dan ovum... semuanya adalah sinergi, yang melahirkan keselarasan, keseimbangan, dan keindahan.
lalu, untuk apa bertahan menjadi sesuatu, atau bergabung dalam apapun juga, jika tidak ada sinergi didalamnya? sinergi, memberikan warna bagi persahabatan, sebagaimana kuning benang sari di antara merahnya mawar. lalu saat tidak ada kesinergisan lagi, hilanglah semua.
saat pertama kali aku bergabung dengan FLP, aku tidak melihat apapun, kecuali satu: kesempatan untuk mencapai suatu kesinergisan. Aku berharap unsur kegelapan (gak jelas nih) dalam tulisanku akan bertabrakan dengan cahaya di rumah cahaya, dan akhirnya: SINERGIS.
tapi tidak, mungkin sekarang, TIDAK LAGI.
cahaya itu ada, kutemukan dalam tiap wajah-wajah tersenyum di dalamnya. bahkan dalam keakraban, dan tawa. Tapi kesinergisan? tidak lagi. aku berusaha, tapi kesinergisan adalah ttng dua unsur, dan itu, bukan denganku.
hanya untukku, mungkin.
Hingga aku menjauh, berharap suatu saat nanti, aku akan menemukan warna kesinergisan itu kembali, di rumah cahaya berhias senyum itu.
>Kamu akan kembali?
jika Allah mengijinkan, ya...
*sebuah penjelasan untuk sahabat2ku, atas kealpaanku yang telah kerap berulang. maafkan aku yg tak mampu bicara dngn bahasa lisan
0 komentar:
Posting Komentar